//
you're reading...
Budaya

Mengenal Layangan JANGGAN (Biggest kite from Bali)

layangan-janggan

Dalam kelompok layangan tradisi, layangan janggan merupakan salah satu layangan yang unik yang dipercaya sebagai naga sang penjaga kestabilan dunia. Menurut mitos, bumi ditopang oleh seekor kura-kura raksasa bernama benawang nala. Dan bumi tersebut dikelilingi oleh tubung seekor naga bernama naga besuki. Naga itulah yang diabadikan menjadi layangan janggan.

Menurut mitos, bumi ditopang oleh seekor kura-kura raksasa bernama benawang nala. Dan bumi tersebut dikelilingi oleh tubung seekor naga bernama naga besuki. Naga itulah yang diabadikan menjadi layangan janggan. Janggan merupakan layangan sakral. Pasalnya, bagi masyarakat bali, layang-layang bukan hanya sekedar permainan. Layangan dipercaya memiliki tubuh, tulang, bahkan roh. Jiwa layangan diyakini sebagai perwujudan Rare Angon atau dewa layangan. Setelah panen, Rare Angon turun ke bumi, diiringi tiupan seruling dan pindekan atau baling-baling tanda kedatangan Betara Bayu sang Dewa Angin. Di masa itu, para petani Bali pun percaya bahwa kaki para pelayang yang menginjak2 lahan, akan membuat tanah menjadi subur. Maka, sampai sekarang layang-layang harus diupacarai sebelum dilombakan, khususnya bagian tapelnya atau topeng.

[imagetag]

Layangan Janggan adalah layang-layang adat Bali yang sakral. Sebelum dan sesudah diterbangkan, layangan ini harus disucikan terlebih dahulu. Layangan tradisional ini menjadi ciri khas tersendiri dan tetap diminati diantara layang-layang modern.

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Karena ukuran layangan janggan yang besar, maka dalam menerbangkannya dibutuhkan orang yang banyak dan angin yang cukup, disamping itu dibutuhkan juga lahan yang luas agar layangan dapat mengudara dan mendarat dengan selamat

[imagetag]

[imagetag]

Selain ukuran yang besar, layangan Tradisi bali juga mempunyai ciri khas tersendiri yaitu Guangan yang dapat berbunyi saat diterpa angin. Terbuat dari rotan yang di kaitkan menyerupai busur panah, seperti terlihat pada gambar berikut.

[imagetag]

Karena masih melekatnya tradisi Layangan di Bali, maka setiap tahun diadakan Bali Kites Festival berbagai kategori termasuk kategori Tradisi Janggan. Walaupun keadaan lahan di bali yang semakin hari semakin penuh berdampak berkurangnya tempat bagi penikmat layangan terutama yang berukuran besar, namun itu tidak mengurangi semangat para pelayang bali terbukti dengan selalu ramainya Festival layangan tersebut.

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

Untuk menambah semangat biasanya dalam perlombaan selalu diiringi dengan gambelan,

hobi seni tradisi dan budaya menjadi satu🙂

[imagetag]

Kemajuan jaman juga berdampak terhadap proses pembuatan layangan, karna ukuran Janggan yang semakin hari semakin besar, sementara ukuran jalan raya di bali relatif sempit maka mulailah diadaptasi sistim Knockdown pada layangan, yaitu sistim bongkar pasang sehingga lebih efisien.

[imagetag]

Karena ramainya peserta dan keterbatasan lahan, maka tidak jarang terjadi beberapa insiden di angkasa, seperti pada foto berikut

[imagetag]

Foto layangan Janggan lainnya

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

[imagetag]

sekian share ane tentang layangan janggan semoga bermanfaat, anak layangan ga selamanya Alay🙂
hobi tradisi seni menjadi satu, selain itu gotong royong juga terasa, karna dari awal proses pembuatan sampai penerbangan memerlukan kerja sama anak layangan a.k.a. RARE ANGON bukan anak alay ya gan.

Sumber: KASKUS FORUM

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: