//
you're reading...
Kesehatan

Pekerja Malam Rentan kena Kanker Payudara

PENELITIAN yang dilakukan oleh para peneliti dari Unit Inserm-1018 (pusat penelitian epidemiologi dan kesehatan penduduk) yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada Juni 2012 menunjukkan bahwa risiko terkena kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang bekerja di malam hari. Studi ini dilakukan di Prancis terhadap 1.200 wanita yang terkenan kanker payudara antara tahun 2005 hingga 2011.

Kanker payudara adalah penyakit nomor satu menyebab kematian kaum Hawa. Dari pengamatan, 100 dari 100.000 wanita pertahun di negara maju dipastikan terinvensi penyakit mengerikan ini. Setiap tahun, ada lebih dari 1,3 juta kasus baru di negara maju.

Pada tahun 2010 berdasarkan pekerjaan eksperimental dan epidemiologi, Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) mengajukan beberapa hipotesis untuk menjelaskan hubungan yang diamati antara pekerja malam hari dan kanker payudara. Hasil paparannya, sinar pada malam hari menghilangkan gelombang melatonin nokturnal dan antikarsinogenik yang efek. Fungsi gen jam biologis terganggu yang mengontrol proliferasi sel atau gangguan tidur yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Dari penelitian terhadap 3.000 perempuan, lebih dari 11 persen perempuan, pernah bekerja di malam hari di beberapa waktu selama karier mereka. Risiko mengembangkan kanker payudara karena aktivitas 30 persen lebih tinggi.

Peningkatan risiko ini terutama ditandai pada wanita yang bekerja malam selama lebih dari empat tahun, atau pada wanita yang bekerja kurang dari 3 malam per minggu, karena hal ini menyebabkan gangguan lebih sering antara malam dan irama hari.

Akhirnya, hubungan antara kerja malam dan kanker payudara tampak lebih ditandai ketika kita melihat wanita yang pernah bekerja di malam sebelum kehamilan pertama.

Tingat melatonin yang rendah dikaitkan dengan pengingkatan risiko kanker payudara pada wanita menopause, menurut salah satu studi kasus-kontrol prospekstif juga terlhat nyata. Metatonin disekresi terumama pada jam-jam gelap dari siklus terang-gelap, dan telah terbuksi menjadi rendah dalam beberapa pekerja malam. Pra peneliti telah menemukan bahwa tingkata melatonin yang rendah pada wanita premenopause, memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Sumber: Dedi Riskomar/”Pikiran Rakyat”

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: