//
you're reading...
Otomotif

Aksesori Motor Ini Mengundang Bahaya Saat Hujan

Memasuki musim hujan, jalanan yang licin dan tergenang air bisa menjadi pemicu bahaya bagi pengendara sepeda motor. Terlebih pada saat butiran air tumpah dari langit ke Bumi, pandangan pengendara juga terhalang.

“Bahkan, pada saat air mengguyur dan sekujur tubuh motor basah pun bisa menjadi pemicu munculnya bahaya,” tutur Noviardi, service advisor Gilang Motor, Batu Ceper, Tangerang, Banten, yang ditemui Sabtu, 26 November 2011.

Penggunaan aksesoris atau perlengkapan variasi motor yang tidak tepat juga akan membawa bencana. Hal itu disebabkan karakter dari perlengkapan atau aksesori yang bersangkutan dengan kondisi hujan.

“Banyak kejadian kecelakaan, terjatuh, terpeleset, atau motor yang rusak akibat masalah itu yang dikeluhkan oleh pemilik motor,” kata mantan mekanik di bengkel resmi Honda itu.

Lantas, apa saja perlengkapan dan aksesori yang tidak tepat itu? Berikut penjelasan Noviardi.

1. Ban yang tak tepat

Selama ini banyak sekali pengguna sepeda motor yang menggunakan ban motor yang tidak sesuai dengan standar pabrikan. Banyak di antara mereka yang menggunakan ban berukuran lebih kecil dan tipis atau ban jenis off road.

Ban kecil menjadikan motor lebih mudah terpeleset. Pasalnya, permukaan ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan lintasan juga semakin sedikit. Walhasil, daya cengkeraman ban pun semakin kecil.

Tak cuma itu. Pada saat motor melibas lubang di jalanan yang tak terlihat karena tertutup genangan air, akan mudah terguling atau terjatuh. Pasalnya, dengan permukaan ban yang lebih kecil dan tipis, maka kemampuan meredam guncangan juga semakin kecil. “Itulah bahayanya,” ujar Noviardi.

Adapun ban bergaya off road, daya cengkeramannya terhadap lintasan–terutama jalanan beraspal, beton, dan conblock, juga kecil. Walhasil, motor berpotensi terpeleset atau jatuh.

2. Selonsong grip setang dari logam

Persoalan ini terlihat sepele atau remeh, yaitu selongsong grip tuas gas atau setang dari logam. Selongsong ini banyak digunakan oleh pemilik motor karena tampilannya memang lebih bergaya.

Padahal, pada saat air hujan mengguyur, peranti itu menjadi licin. Walhasil, selongsong menjadi licin dan cengkeraman tangan pun meleset. Bila itu terjadi, bahaya pun mengintai.

Bisa Anda bayangkan, apa jadinya bila saat motor melaju tiba-tiba pegangan kita ke setang lepas. “Atau pada saat menarik tuas gas, grip atau selongsong itu tak tertarik karena meleset dan motor tiba-tiba melambat. Padahal dari belakang meluncur kendaraan lain dengan kencang,” terang Noviardi.

3. Footpeg logam

Pijakan kaki atau footpeg dari bahan logam juga berpotensi menimbulkan bahaya, baik footpeg di bagian pengendara maupun pembonceng. Pasalnya, permukaan logam akan menjadi licin kala air hujan mengguyur.

Sehingga daya cengkeramnya ketika diinjak juga kecil. Walhasil, ketika pengendara bermanuver secara tiba-tiba karena adanya kondisi tertentu, kaki pengendara atau pembonceng akan terpeleset.

4. Gunakan CVT bawaan pabrik

Bagi para pengguna skutermatik (skutik) sebaiknya menggunakan kotak Continously Variable Transmission (CVT) bawaan pabrik. Pasalnya, kotak CVT dari pabrikan telah dirancang untuk melindungi komponen vital skutik itu dengan baik, termasuk saat hujan.

Saat ini, banyak pemilik skutik yang menggunakan kotak CVT variasi yang memiliki banyak lubang. Padahal, lubang tersebut menjadi jalan masuk bagi kotoran dan air ke komponen CVT.

“Bila CVT yang merupakan komponen vital atau jantungnya skutik itu kotor atau basah, maka skutik akan rusak. Biaya perbaikannya pun mahal,” terang Noviardi.

5. Kaus tangan dan jas hujan

Meski terlihat sepele dan kerap luput dari perhatian, kaus tangan memiliki peran yang cukup penting dalam keamanan berkendara. Satu hal yang yang wajib diperhatikan dalam penggunaan kaus tangan adalah pastikan bahannya bukan dari bahan polyester karena bahan itu licin kala terkena air.

Pastikan pula ukuran kaus tangan pas dengan ukuran tangan Anda, sehingga kaus tangan tak menampung air kala hujan mengguyur. Pastikan pula, kaus tangan itu lentur atau tidak kaku.

Adapun untuk jas hujan, gunakan model setelan jas dan celana. Hindari jas hujan model ponco atau jubah karena ujungnya bisa menyangkut di jeruji atau gir motor.

Gunakan jas hujan yang berukuran pas dengan ukuran tubuh. Selain itu, pastikan warna jas hujan cerah karena dengan menggunakan warna itu, keberadaan kita mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. (artikel memilih jas hujan yang tepat telah ditayangkan Tempo.co beberapa waktu lalu).

Sumber: www.tempo.co

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: